• Minggu, 29 Januari 2023

Pasca Peristiwa Tawuran Antar Pelajar SLTP, Disdikbud Kota Probolinggo Gelar FGD

- Kamis, 1 Desember 2022 | 04:56 WIB

Probolinggo, Jatim Hari Ini - Upaya antisipasi, mencegah dan mengambil langkah agar tidak terjadi tawuran lagi antar pelajar tingkat SLTP di Kota Probolinggo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo bersama Jajaran Polres Probolinggo Kota mengundang guru kesiswaan dan Kepala Sekolah serta seluruh pengurus OSIS se Kota Probolinggo duduk bersama. Mereka berdiskusi terkait pemicu terjadinya tawuran antar pelajar, serta diskusi untuk mengambil langkah-langkah agar tawuran antar pelajar tingkat SLTP di Kota Probolinggo tidak terulang kembali, Rabu (30/11/2022) Forum Grup Discusion (FGD) yang digelar di aula Kantor Disdikbud Kota Probolinggo tersebut dihadiri juga oleh segenap PJU dan Kapolsek jajaran Polres Probolinggo Kota. Dalam FGD tersebut Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Syaba'ni menyampaikan bahwa  diskusi bersama tersebut untuk menginvestarisir permasalahan permasalahan terkait peristiwa kurang elok yang dilakukan anak-anak pelajar tingkat SLTP  pada Selasa (29/11/2022) kemarin. "Kita cari tau apa penyebab permasalahannya, kita sama sama mencari solusinya. Untuk sama sama bergerak pihak kepolisian, pihak civitas akademi, para gurunya dan para pelajar itu sendiri. Penyebab penyebabnya apa saja kita input, kita minta masukan dari para pelajar itu sendiri," ujar AKBP Wadi Syaba'ni. Dari diskusi tersebut terungkap bahwa ternyata penyebabnya itu tidak ada hal hal yang sifatnya krusial. "Menurut kita penyebab itu sepele, namun untuk para pelajar itu menjadi permasalahan. Artinya permasalahan-permasalahan sekecil apapun itu kita kepolisian, kemudian para pihak guru dan civitas akademi yang ada harus lebih peka mengetahui permasalahan itu seperti apa dan langsung mencari solusi solusinya supaya tidak berkembang," urainya. Diantara para pelajar tersebut ujar Kapolres,  jika tidak ada arahan dan pendampingan maka akan menyelesaikan sendiri yang akhirnya malah salah arah, menyelesaikan dengan caranya sendiri tanpa ada tuntunan dari para gurunya. "Dalam kesempatan ini kita arahkan untuk bersama sama bekerjasama, mencari solusi solusi permasalahan itu. Untuk pihak-pihak sekolah yang kemarin terlibat dari SMPN-6, SMPN-7, SMPN-9 kita arahkan untuk saling menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Jadi pasca kejadian ini harus ada tindak lanjut dari pihak sekolah untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan terbuka diketahui oleh murid muridnya. sehingga murid muridnya tau bahwa tidak ada lagi permasalahan dan sudah selesai secara kekeluargaan," tuturnya. Kemudian, lanjut Kapolres, harus dibuatkan agenda untuk menyatakan ikrar pelajar yang anti kekerasan, anti tawuran, anti narkoba, atau anti tindakan tindakan asusila. Para guru harus mengarahkan untuk di ikrarkan paling tidak tiap Senin saat upacara bendera, ikrar itu bisa dibacakan atau disampaikan secara bersama sama dengan murid murid yang lainnya. "Ini sebagai langkah-langkah preemtif langkah preventif untuk mengintervensi, memiyigasi terkait dengan penyebab penyebab ataupun hal hal yang bisa berdampak kepada timbulnya gangguan Kamtibmas berupa tawuran tawuran di tingkat pelajar," tandas Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Syaba'ni. Sedang Plt. Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Wawan Sugyantono mengatakan, pasca kejadian tawuran pelajar SLTP kemarin itu, pihaknya langsung mengambil langkah cepat dan berkomunikasi dengan Kapolres Probolinggo Kota bagaimana mengambil langkah langkahnya. "Karena ini bagian tugas Dinas Pendidikan membentuk karakter pada diri siswa, inilah yang kita sikapi dan kita evaluasi. Pembentukan karakter inilah nanti akan menjadi kegiatan program berkesinambungan," ujarnya. Wawan menambahkan bahwa pengaruh gadged juga sangat berpengaruh sekali. Seperti juga penggunaan kendaraan bermotor secara hukum pelajar tingkat SLTP juga tidak boleh karena belum cukup umur untuk memiliki SIM. "Dengan adanya ikrar yang sudah dibacakan itu nanti diteruskan sampai kepada orang tuanya, agar orang tua masing masing juga bisa melakukan kontrol dan ikut membina karakter anak-anaknya," pungkasnya. (gih/tej).

Editor: Redaksi Jatim Hari Ini

Tags

Terkini

OJK Selesaikan 20 Kasus Jasa Keuangan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 19:23 WIB

Gubernur Jawa Timur Temui Warga Jatim di Papua

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:14 WIB

Lumajang Masuk Potensi Wisata Seni, Ini Kiprahnya

Senin, 2 Januari 2023 | 19:45 WIB
X