Sampang Paling Bontot di Porprov Jatim, DPRD Panggil KONI dan Disporabudpar

- Rabu, 6 Juli 2022 | 16:40 WIB
Pertemuan Komisi IV DPRD Sampang dengan anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sampang serta Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar).
Pertemuan Komisi IV DPRD Sampang dengan anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sampang serta Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar).

Sampang, Jatim Hari Ini - Kontingen Kabupaten Sampang menjadi yang paling bontot di klasmen akhir perolehan medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2022. Hal ini kemudian mendapat perhatian khusus dari DPRD setempat. Seperti diketahui, Sampang hanya memperoleh 3 medali emas, 4 medali perak, dan 8 medali perunggu. Atas hasil tersebut, Komisi IV DPRD Sampang kemudian memanggil anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sampang serta Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) setempat, Selasa (5/7/2022). Dalam pertemuan yang digelar di ruang rapat komisi itu, membahas tentang sejumlah faktor kendala yang membuat Kontingen Sampang berada di peringkat terbawah atau 38. KONI Sampang mengklaim minimnya anggaran menjadi salah satu penyebab karena menghambat dalam proses persiapan bertanding di ajang Porprov Jatim VII. Akan tetapi hal itu dibantah oleh pihak legislatif lantaran anggaran bukan sepenuhnya menjadi pemicu, melainkan kemauan juara yang harus diutamakan. "Jadi permasalahan dana kecil, saya rasa tidak, artinya percuma jika dana besar tapi tidak memiliki kemauan," kata Ketua Komisi IV DPRD Sampang Musaddaq Chalili. Menurutnya, ada tiga dasar yang harus tertanam dalam diri saat menghadapi segala event, pertama adalah kemauan, sarana dan prasarana, serta lingkungan. "Ketiga dasar ini harus digayung bersama untuk mencapai hasil yang baik," tandasnya. Sementara, Ketua KONI Sampang, Abd. Wasik menyampaikan jika anggaran yang dimilikinya tahun ini senilai Rp 1,7 miliar dan kondisinya paling buncit dibandingkan dengan kabupaten atau daerah lainnya se-Jawa Timur. Ia menyebut, awalnya KONI Sampang mengajukan anggaran senilai Rp 7 miliar dengan target dapat meraih klasemen 20 besar di Porprov Jatim VII. Namun, nyatanya anggaran jauh dari harapan, sehingga capaian tersebut sedikit ada hambatan karena metode yang sudah direncanakan tidak bisa terlaksana karena kekurangan anggaran. "Bukan berarti kita menyalahkan anggaran, tapi pada intinya anggaran yang sudah diberikan oleh pemerintah daerah digunakan secara berimbang sesuai metode yang dilakukan," ujarnya. Dijelaskan, dalam persiapan untuk bertanding di Porprov Jatim perlu mendatangkan pelatih profesional, namun dengan minimnya anggaran hanya mampu menyewa konsultan dari Unisa atau Tim 10. "Kemampuan dari atlet, pelatih maupun official juga menentukan dari hasil, Saya dari awal menyatakan bahwa latihan yang betul-betul maksimal juga akan mendapatkan hasil yang maksimal," pungkasnya. (med/fit)

Editor: Jatim Hari Ini

Tags

Terkini

X