Malang, Jatim Hari Ini - Dasuki, Dukun palsu asal Dusun Krajan Desa Sumber Wringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, tengah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Malang dengan pidana penjara 2 tahun 6 bulan, pada Senin (21/11/2022) Terdakwa terbukti telah menipu warga Kota Batu hingga Rp63 juga. Penipuan itu dilakukan terdakwa kepada korban berinisial J, warga Jl. Indragiri Desa Sumberejo Kecamatan Batu Kota Batu Saat itu, terdakwa mengatakan bahwa benda berupa patung kereta kencana tersebut bisa mengeluarkan uang secara ghaib hingga miliaran rupiah. Untuk mendatangkan uang tersebut sang dukun mengatakan harus diproses terlebih dahulu. Prosesnya harus dilakukan di ruangan yang gelap dan menggunakan bakaran. Dari ungkapan terdakwa tersebut, akhirnya saksi J tertarik untuk melakukan ritual mendatangkan uang secara ghaib. Korban J menuruti setiap perkataan yang disampaikan oleh terdakwa hingga menyerahkan uang puluhan juta rupiah dengan dalih untuk membeli bahan ritual. Menurut jaksa penuntut umum yang juga Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu Edi Sutomo, awalnya terdakwa meminta uang sebesar Rp12. juta dengan alasan untuk membeli peralatan berupa bakaran atau dupa sebanyak 2 buah. "Ritual proses untuk mendatangkan uang secara ghaib dilakukan terdakwa di sebuah kamar kosong yang terletak di lantai 2 rumah saksi J dengan cara dengan membakar 2 batang rokok yang diletakkan di atas cobek, kemudian ditaburi bakaran," kata Edi Sutomo, saat di hubungi jatimhariini pada selasa (22/11/2022) melalui panggilan telepon. Kemudian terdakwa memperlihatkan hasil ritual proses untuk mendatangkan uang secara ghaib dengan menaruh uang pecahan Rp100. ribu di atas kasur dengan maksud agar saksi J percaya bahwa ritual tersebut berhasil. Uang yang diletakkan di atas kasur untuk meyakinkan saksi J merupakan uang yang berasal dari saksi J yang sebelumnya diminta oleh terdakwa," ungkap Edi. Selanjutnya, terdakwa kembali meminta uang kepada saksi J sebesar Rp45. juta, Saat itu terdakwa mengancam akan pulang ke Jember jika uang tidak diserahkan. Sehingga, ritual yang dilakukan akan gagal. "Mendengar hal tersebut, saksi J menjadi khawatir jika ritual tersebut dihentikan maka tidak bisa mendapatkan uang ghaib sekitar Rp1 miliar. Sehingga J menyerahkan uang sebesar Rp45 juta dengan mentransfer ke rekening anak kandung terdakwa," ungkapnya.(*/tej)