Dibantu dan Didampingi Faperta UNEJ, Petani Kelor Sumenep Bakal Mendunia

- Selasa, 24 Januari 2023 | 17:26 WIB


JEMBER, Jatim Hari Ini - Langkah Fakultas Pertanian Universitas Jember (UNEJ) terus mendorong Petani Kelor dapat memasarkan produknya ke pasar internasional (eksport). 

Pernyataan ini diungkapkan Prof. Sutriono, Dekan Fakultas Pertanian dalam kunjungannya yang sekaligus menyerahkan alat penyulingan daun kelor kering dan alat pressing biji kelor di Desa Pakandangan, Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Minggu (22/01/2023) lalu.

Prof. Sutriono yang sekaligus ketua tim peneliti tanaman kelor mengatakan, potensi tanaman kelor sangat besar dengan dibuktikan sejak tahun 2014 masyarakat tersebut terus berinovasi dalam mengolah produk-produk turunan dari tanaman kelor.

"Saya meyakini dengan potensi yang ada, dukungan dari berbagai pihak dalam mengembangkan potensi ini akan berdampak meningkatnya ekonomi masyarakat di Desa Pakandangan ini," kata Guru Besar Universitas Jember ini.

Dirinya akan terus memberikan pendampingan kepada para petani hingga terbentuk pasar baru, dengan alat penyulingan tersebut para petani dapat mengolah bahan baku kelor kering atau basah menjadi pewangi ruangan sedangkan alat pressing biji kelor untuk membuat minyak oles dengan khasiat melembabkan, menghaluskan dan untuk menjaga kulit kepala dengan kandungan polifenol, flavonoid, vitamin C dan antioksidan.

"Nilai kandungan yang ada pada biji kelor dan daun kelor sama, namun biji kelor dapat meningkat kandungannya jika disangrai. Dalam perkembangannya para petani telah banyak membuat turunannya yaitu obat herbal dalam bentuk kapsul, teh celup, keripik, masker, kerupuk, tepung dan makanan ringan," ungkapnya.

Diungkapkan pula bahwa nilai ekonomi produk tersebut sangat tinggi dengan bahan baku yang sangat melimpah. "Saya berharap masyarakat konsisten dalam mengembangkan produk tersebut dan tentunya akan kami dampingi dengan riset-riset yang kami lakukan," harapnya.

Sementara itu, Ahmad Nurdin, ketua Kelompok Tani yang sekaligusDirektur CV. Nurul Jannah mengatakan, kontribusi yang diberikan Universitas Jember dalam mengangkat perekonomian masyarakat dengan riset dan pengabdiannya lebih terukur dan terarah sehingga program tersebut langsung dirasakan oleh masyarakat salah satunya pendampingan budidaya tanaman kelor tersebut.

"Fakultas Pertanian sejak lama telah mendampingi kami, tak hanya mendampingi lewat riset, namun bagaimana cara memasarkan produk-produk kami di pasar nasional hingga eksport," katanya.

Lalu dirinya mengungkapkan untuk bahan baku daun kelor mudah didapatkan dan harga bahan baku  relatif murah di kisaran Rp. 3.500/Kg. Sedangkan harga tepung daun kelor Rp. 200.000/Kg.

Halaman:

Editor: Teguh Eko Januari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X